Melihat Perjuangan Sedulur Sikep Merawat Pegunungan Kendeng Lewat Pameran Lukisan dari Taring Padi
Pati - Banner lukisan karya kelompok seniman Taring Padi ikut ditampilkan pada acara Festival Kendeng Lestari 2025 di Sukolilo Kabupaten Pati. Kelompok seniman asal Yogyakarta ingin menyuarakan tentang perjuangan Sedulur Sikep dalam merawat dan mempertahankan Pegunungan Kendeng.
Ada puluhan banner yang terpasang di hutan Sonokeling Misik Desa Sukolilo, Kabupaten Pati, Kamis (18/12). Namun ada banner yang paling besar berukuran 4 x 6 meter.
Banner itu berisi lukisan menggambarkan tentang perjuangan Sedulur Sikep dan masyarakat untuk mempertahankan Pegunungan Kendeng dari kerusakan alam. Pameran ini pun menjadi daya tarik sendiri bagi warga berkunjung ke lokasi.
"Kami dari Taring Padi, jadi kami menjadi bagian pameran Kendeng Lestari ini. Judul karya yang kami presentasikan di sini judulnya 'Kendeng Lestari Nyawiji Kanggo Ibu Bumi'," jelas salah satu relawan kelompok Taring Padi, Fitri ditemui di Sukolilo, Pati, Kamis (18/12/2025).
Fitri menjelaskan lukisan pada banner ini menjadi penghormatan terhadap perjuangan yang telah dilakukan dari Sedulur Kendeng. Mereka terdiri dari Kartini Kendeng, Masyarakat Peduli Kendeng, Sedulur Sikep, dan Wiji Kendeng.
'Kami mencoba Ilustrasikan kegiatan yang mereka lakukan. Seperti ada lamporan, ketika mereka mengecor kaki dengan semen di depan Istana Negara tahun 2016/2017 dan juga kupatan Kendeng," jelas dia.
"Semangat mereka dalam merawat dan melestarikan lingkungan di Pegunungan Kendeng. Dan ini menjadi proses belajar Taring Padi dari tahun 2006, dan 2009 waktu itu membuat poster cukil kayu untuk merespons 9 petani yang ditangkap karena melawan pembangunan Pabrik Semen di Pati saat itu," dia melanjutkan.
Fitri menjelaskan banner yang paling besar menggambarkan kegiatan festival Sedulur Sikep dilakukan dalam merawat lingkungan. Lalu juga ada bagian kanan menggambarkan sisi buruk perusak alam dan sisi kanan solusi dan semangat menjaga Pegunungan Kendeng.
"Di tengah ini adalah kegiatan yang sudah dulur Kendeng dilakukan. Kemudian di sisi kanan ada sisi buruk, yang merusak terhadap Pegunungan Kendeng dan sisi sebelah kiri adalah sisi yang baik, strategi, solusi, dan semangat dari dulur Kendeng," jelasnya
"Misalnya semangat dari Samin bahwa kita tidak boleh merusak apabila kita tidak bisa membuat kembali," jelasnya.
Selain banner yang berukuran besar juga ada banner kecil-kecil di lokasi. Di atas banner itu juga menggambarkan perjuangan sedulur Kendeng mempertahankan dan melestarikan alam.
"Tidak hanya anggota atau sukarelawan kami juga melibatkan teman-teman jaringan. Kemudian ada Panji yang berisi tembang dandang gula, yang berisi semangat perlawanan Samin," jelasnya.
Menurutnya dalam proses karya ini membutuhkan waktu yang lama. Terutama saat diskusi.
"Sebuah karya yang paling lama diskusi. Setiap kepala memiliki pendapat yang berbeda. Perspektif seperti apa, kita diskusi bersama sampai kemudian menulis berapa list ini harus masuk setelah data itu terjadi tema yang akan dimunculkan paling utama, atau kegiatan seperti apa yang mau ditunjukkan," jelasnya.
Fitri berharap melalui kegiatan ini agar Kendeng bebas dari tembang. 'Kendeng bebas dari tembang," ujarnya.
Tokoh Sedulur Sikep, Gunretno menyambut baik dengan adanya dukungan dari kelompok Taring Padi asal Yogyakarta. Lewat karyan ini, Gunretno mengajak masyarakat untuk merawat dan melestarikan lingkungan.
"Jadi ada teman taring padi yang memang dari awal bukan hanya festival mereka selalu menyuarakan perjuangan dari teman-teman di Kendeng," jelasnya ditemui di Sukolilo.
"Sejauh mana perjuangan Kendeng dalam merebut tatanan keadilan ini," ungkap dia.
Sementara itu adapun acara Festival Kendeng Lestari 2025 ini digelar sejak 16-20 Desember 2025. Acaranya mulai dari pertunjukan wayang, bancaan sumber mata air, menanam bersama hingga diskusi tentang kondisi Pegunungan Kendeng.

Posting Komentar untuk "Melihat Perjuangan Sedulur Sikep Merawat Pegunungan Kendeng Lewat Pameran Lukisan dari Taring Padi"